Semburat warna jingga menghias kota paris pagi ini.matahari terbit di sela-sela selangkangan eiffel tower.awan-awan stratus berderet-deret diantara udara yang dingin.agus terduduk di kamar hotel.menghadap jendela dan memandangi horison kota yang indah.nafasnya mengembun di kaca jendela.satu jam lagi ia akan menghadiri ritual pemotretan yang biasanya dilakukan para juara french open di eiffel tower.ketika hendak berdiri menuju pintu,tiba-tiba manajernya masuk dengan tergopoh-gopoh.di tangannya ada sebuah majalah yang tampaknya baru ia beli.manajer itu bernawa andwi,teman sekolahnya dulu.ia kelihatan emosi dan menyuruh agus untuk duduk.
"lihat ini.. berita yang benar-benar bikin aku pusing.kenapa kau tak pernah bisa menjaga sikapmu gus?"ucap andwi memperlihatkan kover depan majalah GOSSIP NOW yang memperlihatkan gambar agus dan yorda.agus segera merengkuh majalah itu dan membacanya dengan teliti.headlinenya berbunyi 'THE REASON'.
"astaga.. siapa yang melakukan ini semua?"ujar agus dengan nada tinggi.
Ia membaca artikel didalamnya.isinya adalah tentang kandasnya hubungan agus dan sania pemirza akibat adanya orang ketiga.dan dalam gosip itu,orang ketiga yang dituduh itu adalah yorda.betapa kagetnya dia membaca artikel itu.puluhan pertanyaan dan ketakutan berkecamuk di otaknya.siapa yang melakukannya?,darimana dapat fotonya?,apakah yorda tahu kabar ini?,dan pertanyaan lain melingkupi perasaan kalutnya.
Ia segera tahu kalau foto itu adalah foto saat ia,yorda dan nita bertemu di roland garros.
"itu fotomu dengan yorda kan, biarpun dia teman kita, tapi kamu harus jaga sikap dong. kan kamu lagi menjalin hubungan dengan orang lain, ini jadi santapan nyamuk-nyamuk pers."bentak andwi.
"tapi kami nggak ada hubungan apa-apa an, aku tak tahu kalau semua bakal kayak gini, kenapa kau begitu sewot an?"
"kau tahu kan, wartawan,fans kamu,semua selalu menanyakanya ke aku.aku yang bingung.aku tak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka."
Andwi meninggalkan kamar hotel agus.namun ia berhenti sejenak untuk mengucapkan sepatah kalimat.
"cepat turun... aku menunggu di mobil.kita berangkat sekarang!"
"di tengah situasi seperti ini?"kata agus.
"kau yang buat.kau juga yang bertanggung jawab.nanti pasti wartawan tanya ini itu, aku tak turun tangan."
Andwi melengos pergi tak memperdulikan agus yang tampak bingung dan kalut.
Sabtu, 01 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar