Minggu, 02 Agustus 2009

Dream of future page 23

Beni menundukkan wajah.tidak ada sedikit pun senyum yang ia sunggingkan.dalam hatinya sedang berkuasa emosi yang tinggi.ia berjalan gontai keluar dari sebuah komplek olahraga yang megah.ditangannya ada 2 tas besar.ia kelihatan seperti orang kampung yang hendak urbanisasi.ketika hendak menyetop taksi,ponselnya bertulit-tulit.ia langsung mengangkatnya.dan terjadilah percakapan yang seru.
"halo?"
"halo ben..ini ayah.bagaimana keadaanmu disana?"
"ayah..tumben telpon.aku baik saja yah.apakah ayah sudah tak marah?"
"kemarahan ayah hanya sesaat.walau masih ada sisa emosi.tapi ayah harus katakan kalau ayah dan keluarga rindu kamu."
"tak kusangka kata-kata itu muncul dari mulut ayah"
"maksud loh?"ayahnya kedengaran kaget.
"bukan bermaksud lancang.tapi aku hanya terkejut mendengar kata rindu dari ayah"
"sudahlah.jangan buat ayah naik lagi,bagaimana tesmu?"
Mendengar pertanyaan itu,beni termangu.ia menghela nafas.lalu duduk di bangku dekat air mancur.ia kemudian berujar.
"aku gagal yah"ucapnya lesu.
"syukurlah"jawab ayah.
"maksud loh?"
"ayah tak bermaksud menari di atas deritamu.tapi hikmah dari kegagalanmu,berarti kerinduan ayah akan terobati.memang apa sebabnya ben?"
"aku di tuduh pakai doping.di urine ku ditemukan zat yang masuk golongan doping.padahal aku tak mengonsumsinya.dan lagi,aku sudah masuk 15 besar di tes fisik."
"lalu darimana muncul zat itu.mungkin tertukar dengan urine yang lain?"
"aku juga tidak tahu.tapi sudahlah.mungkin belum nasibnya.aku pulang 2hari lagi.ayah minta oleh-oleh apa?"
"nantinya kamu pasti dapat yang lebih baik.ayah minta dibawain bule paris ya?kan cuantik-cuantik.hehe.."
Beni hanya mendengus.
"hu..ayah,tua-tua kok lebay.kalau ada bule sudah pasti buat beni.kalau ayah berani-berani macem-macem,maka aku akan mengundurkan diri sebagai anakmu?"
"ah..beni..ayahkan cuma bercanda.nggak perlu oleh-oleh.yang penting kamu pulang dengan selamat.ya sudah ben,pulsa ayah mau habis.kamu hati-hati ya?"
"oke yah..sampai ketemu"
Beni menutup sambungan telepon.ia melenguh sejenak.kemudian berdiri dan menyetop taksi.ia akan ke stasiun untuk naik kereta ke paris.ia ingin penyegaran.membersihkan segala kepenatan di otaknya.dan berupaya menata lagi jalan ke arah masa depan.

Dream of future page 22

Agus hanya terpekur.ia masih membaca artikel tentangnya.yang lebih dahsyat lagi adalah di artikel itu juga terdapat percakapannya saat bertengkar dengan sania pemirza.serta potongan percakapanya dengan yorda.kesemuanya telah di politisir.ia pun semakin geram.
"aku harus telpon yorda.mungkin dia belum tahu.dia marah nggak ya?"
Agus mengambil ponselnya dan memijit nomor telepon yorda.
TUT... TUT...
nada sambung berbunyi nyaring.
TUT...TUT...
tak ada jawaban.
TUT...TUT...
tetap tak diangkat.
TUT...TUT...
Akhirnya bunyi tulalit keluar.ia mencoba lagi beberapa kali.tapi hasilnya tetap tak ada jawaban.ia pun semakin takut kalau-kalau yorda benar-benar marah.akhirnya ia putuskan mengirim sms.
-da...kamu udah baca majalah GOSSIP NOW belum? maaf kalau itu bikin kamu marah.aku tak tahu siapa yang dapet foto itu.mungkin paparazi.btw.. jdi ke eiffel tower nggak? aku sudah suruh lindita dan nita kesana.aku tunggu ya?-
Pesan terkirim.ia segera memasukkan ponselnya ke saku.ia lempar majalah laknat itu ke lantai,lalu ia beranjak keluar kamar hotel.pintu ia kunci.ia turun tangga,sampai di lobi lalu keluar menuju sebuah mobil yang sudah terparkir tepat di depannya.begitu masuk mobil,andwi manajernya yang masih tampak marah berseloroh.
"lelet...ngapain aja tadi?"
Agus tak menjawab.ia hanya melengos melihat keluar jendela.mobil melaju meninggalkan hotel.matahari sudah tampak bulat.puluhan rasa campur aduk di benak agus.tapi ia putuskan untuk melupakannya sejenak.sebab sebentar lagi ia harus melempar senyum ke puluhan wartawan di dekat eiffel tower.sungguh berat menghadapi perasaan yang bertentangan.

Sabtu, 01 Agustus 2009

Dream of future page 21

Semburat warna jingga menghias kota paris pagi ini.matahari terbit di sela-sela selangkangan eiffel tower.awan-awan stratus berderet-deret diantara udara yang dingin.agus terduduk di kamar hotel.menghadap jendela dan memandangi horison kota yang indah.nafasnya mengembun di kaca jendela.satu jam lagi ia akan menghadiri ritual pemotretan yang biasanya dilakukan para juara french open di eiffel tower.ketika hendak berdiri menuju pintu,tiba-tiba manajernya masuk dengan tergopoh-gopoh.di tangannya ada sebuah majalah yang tampaknya baru ia beli.manajer itu bernawa andwi,teman sekolahnya dulu.ia kelihatan emosi dan menyuruh agus untuk duduk.
"lihat ini.. berita yang benar-benar bikin aku pusing.kenapa kau tak pernah bisa menjaga sikapmu gus?"ucap andwi memperlihatkan kover depan majalah GOSSIP NOW yang memperlihatkan gambar agus dan yorda.agus segera merengkuh majalah itu dan membacanya dengan teliti.headlinenya berbunyi 'THE REASON'.
"astaga.. siapa yang melakukan ini semua?"ujar agus dengan nada tinggi.
Ia membaca artikel didalamnya.isinya adalah tentang kandasnya hubungan agus dan sania pemirza akibat adanya orang ketiga.dan dalam gosip itu,orang ketiga yang dituduh itu adalah yorda.betapa kagetnya dia membaca artikel itu.puluhan pertanyaan dan ketakutan berkecamuk di otaknya.siapa yang melakukannya?,darimana dapat fotonya?,apakah yorda tahu kabar ini?,dan pertanyaan lain melingkupi perasaan kalutnya.
Ia segera tahu kalau foto itu adalah foto saat ia,yorda dan nita bertemu di roland garros.
"itu fotomu dengan yorda kan, biarpun dia teman kita, tapi kamu harus jaga sikap dong. kan kamu lagi menjalin hubungan dengan orang lain, ini jadi santapan nyamuk-nyamuk pers."bentak andwi.
"tapi kami nggak ada hubungan apa-apa an, aku tak tahu kalau semua bakal kayak gini, kenapa kau begitu sewot an?"
"kau tahu kan, wartawan,fans kamu,semua selalu menanyakanya ke aku.aku yang bingung.aku tak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka."
Andwi meninggalkan kamar hotel agus.namun ia berhenti sejenak untuk mengucapkan sepatah kalimat.
"cepat turun... aku menunggu di mobil.kita berangkat sekarang!"
"di tengah situasi seperti ini?"kata agus.
"kau yang buat.kau juga yang bertanggung jawab.nanti pasti wartawan tanya ini itu, aku tak turun tangan."
Andwi melengos pergi tak memperdulikan agus yang tampak bingung dan kalut.

Rabu, 29 Juli 2009

Dream of future page 20

Mencari sebuah ide cemerlang di tengah suasana yang tegang jelas tak gampang.surti dan ifa bahkan sampai agak frustasi.namun tiba-tiba ifa menunjukan deretan gigi putihnya.
TING..
"bagaimana kalau kita lewat jendela.mungkin ada tangga darurat"
Mereka segera berlari kearah jendela.ternyatamemang ada tangga darurat disana.tapi surti ketakutan.letak tangga itu ada tepat di depan jalan raya yang ramai dengan kendaraan dan tingginya pun hampir 10meter.
"aku nggak mau lewat tangga darurat.lihat dong tinggi banget.aku takut jatuh,lagipula malu di liatin orang-orang!"
"tapi ini jalan satu-satunya.sekalian kita bikin sensasi biar terkenal disini."desak ifa.
"sensasi yang cari mati.kau kira aku seperti penyanyi dangdut dewi berisik,yang selalu bikin berita heboh.pokoknya aku nggak mau."surti bersikeras.ifa pun akhirnya luluh.
Mereka kembali tercenung.tak ada solusi lain yang bisa mereka dapat.kabel telepon pun sudah mereka periksa.dan ternyata kabel itu sudah di gunting.ini semakin mengisyaratkan adanya ketidakberesan. pasti ada konspirasi busuk yang sedang terjadi.
"ya ampun..aku tak bisa membayangkan kalau kita nanti di paksa untuk melakukan hal-hal yang not senonoh."beber surti.
"jangan berkata seperti itu.its make me scare you know?"timpal ifa. Mereka berpelukan haru.bayangan-bayangan menyeramkan menyelimuti otak mereka.apakah mungkin mereka benar-benar terjebak dalam sindikat perdagangan manusia.
Saat itu juga pintu depan terbuka.empat orang pria berbadan tinggi besar masuk dan langsung menuju ifa dan surti.dua wanita imut itu ketakutan.mereka berpelukan.hati mereka benar-benar kalut.mereka hendak berdiri dan berlari.namun keempat pria itu mengacungkan pistol.mereka mengisyaratkan surti dan ifa untuk menuruti perintah mereka.
Dengan todongan pistol.mereka berdua berjalan keluar kamar.di belakang mereka pria-pria itu menempel ketat sambil bercakap dengan bahasa prancis yang sekali lagi membuat ifa dan surti pusing.
"pake bahasa tegal dong.biar ngerti"celetuk surti dalam hati.
Ifa dan surti hanya pasrah,mereka takut mati di tembak,sehingga tak berani berteriak.begitu melewati lobi hotel,sebuah mobil van menyambut mereka.mereka dipaksa masuk.dengan sangat cepat semua terjadi.mobil van melaju meninggalkan hotel.sementara seorang pria paruh baya berdiri di pinggir pintu lobi,dekat pot-pot bunga.ditanganya tertenteng tas koper kecil.ia bergumam.
"dasar gadis-gadis lugu"

Selasa, 28 Juli 2009

Dream of future page 19

Surti dan ifa ada di kamar hotel di paris.mereka masih bersama mr.antonie subagyo.sedari tadi surti dan ifa gelisah gundah gulana.apalagi pak antonie mulai bertingkah aneh.
"aduh..perasaanku not good neh fa?"bisik surti. Terdengar suara gemericik air dan lantunan suara sumbang dari arah kamar mandi.itu suara pak toni yang sedang buang air kecil.
"iya neh.. aku juga.apa tak sebaiknya kita pulang ke indonesia saja?"
"tunggu saja dulu sampai kita tahu,pak toni itu beneran bakal ngorbitin kita apa nggak."
Saat itulah pak toni keluar dari kamar mandi sambil bercakap dengan seseorang dari ponselnya.ia bercakap dalam bahasa prancis yang super tak di mengerti oleh ifa dan surti.
Setelah selesai, pak toni tersenyum tengil masih dengan bahasa inyong-inyongan.
"sedela maning wong sekang manejemen artis star asia arep teka.inyong arep tuku sarapan ndisit ya..ko pada neng kene bae."ucapnya.
Ifa dan surti mengangguk.begitu pak toni keluar mereka segera bertindak.
"sepertinya memang ada yang tak beres..masa kita ditinggal berdua saja disini."ujar ifa.
"apakah pak toni itu bukan orang dari sindikat human traficking?"bisik surti amat pelan.
"oh..oh..oh my God!"ifa terperangah ganjen.
"sebaiknya kita pergi saja..ayo!!"
Surti menggeret ifa lalu ifa menarik koper mereka.mereka berlari kearah pintu.namun seperti yang sudah diduga pembaca,pintu itu terkunci dari luar.mereka terjebak.mereka panik dan mulai berteriak-teriak.
"toloong..!!"jerit ifa keras.lalu surti memukul kepala ifa dengan keras.
CTAK!!
"jangan tolong dong..mereka nggak tau artinya apa,sini biar aku yang teriak"seloroh surti.ifa menjauh dari pintu dan surti segera berteriak lantang.
"tuluung...!"
kini giliran ifa yang mengetuk kepala surti dengan telak.
CTAK!!
dan berceletuk.
"same aje bu.."
Mereka saling pandang,lalu memulai sebuah kolaborasi vokal yang dramatis.
"help me.. help me!!"
Mereka menggedor pintu berharap ada yang membukanya.namun sampai berpuluh-puluh tahun-(maaf agak lebay).bermenit-menit mereka berteriak-teriak,tapi tetap tak ada yang membuka pintu itu.akhirnya surti menemukan ide yang gemilang.
"eh..tau kan sama model indonesia yang di siksa sama pangeran kerajaan kelontong itu.dia kan melarikan diri setelah mencet alarm.ayo kita cari alarm kebakaran disini.mungkin ada."
Mereka sibuk mencari alarm yang dimaksud.namun sampai berabad-abad (lebay lagi deh) ternyata nihil.mereka pun kembali lesu.