Yorda berjalan mengikuti ibu menteri kesehatan dan kemudian duduk di sebuah ruangan konvensi megah bergaya klasik abad pertengahan.
Di sekelilingnya terdapat ratusan orang dari delegasi negara-negara lain yang tengah mengikuti KTT penanggulangan penyakit sampar ayam yang tengah merajalele..maaf.itu merek beras.maksudnya merajalela dan mewabah di berbagai belahan dunia.
Ia baru tiba tadi malam dan paginya sudah langsung mengikuti kegiatan KTT.
Makanya matanya masih agak berkantong.
"ibu menteri.. Apakah kita akan duduk disini seharian"tanya yorda dengan nada pelan.
Ibu menteri hanya menjawab bijak.
"kalau kita sabar.nanti pasti cepet selesai.siapkan berkas-berkas dan catat hasil perundingan hari ini."
"baik bu"
Yorda pun sibuk selama seharian itu.menyimak berbagai argumen dari delegasi lain dan merangkum hasil perundingan.
Walaupun masih agak susah mencerna kalimat dalam bahasa inggris tapi yordha tahu kesimpulannya.
"intine.. No smoking lah."
Ketika semua telah selesai sore itu.yorda termangu di kamar hotel.ia memainkan bolpoin dan menatap nanar tanpa makna.
Namun tiba-tiba ia terkaget mendengar ponselnya bertulit-tulit keras.
Ia segera merengkuhnya dan terkejut.
"ya ampun.. Yunita telpon!"ia segera menerima telpon itu.
"nita..koq lama gak kasih kabar.aku mencarimu dari kutub utara sampai selatan.dari timur kebarat.kamu kemana aja?"sembur yorda tanpa babibu.
"yorda... Gak seheboh itu kali.. Aku lagi di paris nih..denger-denger kamu juga lagi ikut KTT bareng ibu menteri ya?"tanya nita.
"iya bener.. Kamu lagi ngapain di paris?"yorda balik tanya.
"aku lagi ngeliput turnamen prancis terbuka.sore ini aku lagi roland garros komplek.rencananya aku mau ngewawancarai temen kita agus. Aku ada di foodcourt di belakang lapangan utama"jawab nita.
"astaga.. Agus.dia kan sudah jadi petenis ternama.aku segera kesitu.tunggu aku ya?"ucap yorda.
Tanpa sadar ia mematikan telpon dan berlari menyambar tasnya lalu keluar kamar.
Sebelumnya ia sempat bertanya-tanya dalam hati.darimana ia bisa ke lokasi yang di sebut yunita tadi.
Ia mengorek-orek isi otak mencari solusi.lalu beberapa detik kemudian diatas kepalanya muncul lampu yang menyala.
TING...
"Oh iya.. Tadi pagi kan petugas hotel ngasih peta kota paris ya?.. perasaan aku simpan di tas deh."
Ia merogoh ke dalam tas dan menemukan peta itu.
Ia meneliti peta tersebut dan manggut-manggut.
"aha.. I know!"ucapnya.
Setelah itu ia menyetop taksi dan segera pergi meninggalkan hotel.
Sabtu, 18 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar