Jumat, 17 Juli 2009

Dream of future page 6

Lampu menyala di salah satu kamar hotel bintang kejora di pusat kota lyon.suara ribut terdengar dari sana.seperti ada yang bertengkar.
Waktu itu sekitar pukul 19.05 waktu prancis.seorang pemuda tampak mondar-mandir di kamar hotel sambil memegangi ponsel.suara dari seberang telepon agak terdengar.
"berani-beraninya kau menentang kehendak ayahmu ini.sudah kubilang,kau harus jadi guru seperti ayah.tapi kau malah pergi ke prancis untuk mengikuti tes yang tak bermanfaat itu"
Pemuda bernama beni prabowo itu menjawab dengan nada tinggi.
"ayah...aku cuma ambil cuti kuliah untuk beberapa saat.tidakkah ayah mengerti kalau anakmu ini benar-benar ingin meraih mimpi yang selalu ada di anganku?"ujarnya.
Tampaknya ada permasalahan antar ayah dan anak.permasalahan yang agaknya membuat mereka harus berselisih paham.
"apa yang akan kau dapat jika menjadi pesepakbola nanti.masa depanmu belum tentu disana ben"kata suara dari seberang.
"ini hanya tes ayah.. Nanti kalau gagal aku akan kembali kuliah.ini kesempatan sekali seumur hidup.kapan lagi ada klub sebesar lyon mau mengundangku untuk ikut tes.ayolah ayah,berhenti jadi diktator!"
"apa kau bilang... Semudah itu kau berujar.kau kira uang yang kau gunakan itu mungut dari kebon.seenak sendiri kau seperti itu"
Beni agak sewot.mukanya memerah dan kupingnya panas.untung ubun-ubunya nggak ngebul.ia mulai bosan dengan ucapan serapah ayahnya.ia pun terdiam saja sambil mendengarkan omelan-omelan pedas ayahnya.sampai akhirnya ia bosan dan mulai melakukan tipu muslihat.
KRSK..KRSK..
Ia meremas kertas di depan ponselnya,lalu berujar.
"ayah...sinyalnya jelek...aku nggak denger suara ayah...halo...halo...aku nggak denger.. apa.. apa.. halo.. halo.."
TUT..TUT..TUT..
Ia berpura-pura.ia mematikan hubungan telepon dan tertunduk lesu sambil menghela nafas.di otaknya hanya ada gambaran ayahnya yang tengah marah-marah.ia berucap maaf dalam hati.maaf atas segala kedurhakaan yang terjadi.atas ketidakpatuhan yang dilakukan.
Ia melenguh keras dan berdiri.lau menghampiri meja dan mengambil sehelai kertas di atasnya yang bertuliskan
"LYON FOOTBALL ACADEMY"
"semoga aku bisa!!!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar