Jumat, 17 Juli 2009

Dream of future page 5

Suara ting-tong menggema di terminal kedatangan bandara charles de gaule,paris.puluhan orang hilir mudik menenteng koper-koper besar.sementara hawa disana agak sejuk khas ranah eropa.bau karbol menyengat dari lantai yang baru di pel.namun bau lain menyeruak diantara semua itu.bau langu khas negeri tropik.dua wanita muda yang manis dan eksotik tengah bingung memandangi segala penjuru.
"ya ampun..aku bingung nih"ujar satunya yang berambut kriwil gimana gitu.
"eh..kita tanya sama petugas bandara yuk?"seloroh satunya lagi yang berambut panjang dan berkulit sawo terlalu matang sampai busuk terus di lalatin pula.
Mereka mendekati salah satu petugas pria yang berdirg di depan pintu keluar.
"exscuse me sir.we want to go to asian festival in calais.can you help me?"tanya si kriwil gimana gitu dengan gaya yang ganjen punya.
"where are you come from?"ujar si bule berambut coklat berumur kira-kira 40an tahun itu.si kulit sawo menggerutu dan berkata ke si kriwil.
"ditanya kok malah nanya.bule yang aneh."si kriwil hanya mendesis.sssttt...
"ah..kita kan ngomong pake bahasa gaul.mana mungkin dia tau bu."sembur si kulit sawo.si kriwil membungkam mulut temanya itu.
"i'm surdayanti seharum melati and my friend nurlaelatul kofifah a.k.a ifa.we are from indonesia.please we are need your help"
Si bule tersenyum simpul.lalu berujar pasti dan menjelaskan rute-rute perjalanan.
Rute yang di jelaskan berbelit-belit dan panjang lebar.tapi surda yang kriting dan ifa yang sawo matang paham dengan penjelasan si bule.mengakhiri ujarannya,si bule mulai kegatelan.ia mengedipkan matanya seraya bertanya.
"are you an artist?"surti mengangguk dan mengucap kalimat.
"yes..we are dancer.thank you for your help sir.nice to meet you."
Surda dan ifa segera meninggalkan bule itu.namun si bule sempet kembali mengedip sambil berkomat-kamit aneh.ifa yang melihat hanya senyam senyum.
"ya ampun..si bule tua itu dari tadi kedap kedip melulu.kayaknya kelilipan jengkok deh."
"bukan kelilipan bu..tapi iritasi mata gara-gara ngeliat kamu"semprot surda.
"maksud loh?"ifa hendak berbicara lagi sebelum surda menggeret tangannya dan menyetop taksi.lalu masuk kedalamnya.taksi melaju deras mengarungi jalanan paris.matahari turun di ufuk barat,diantara semburat awan-awan yang tercerai berai secara dramatis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar