Jumat, 17 Juli 2009

Dream of future page 4


Lapangan tenis tanah liat merah menyala sore itu.seorang pemuda keren tampak sangat bersemangat mengayunkan raket dan mengeluarkan semua pukulan andalanya.forehand,backhand,overhead,lob,smash secara bergiliran.peluh bercucuran dan panas matahari cukup membakar sore itu.
Ini adalah pertandingan babak 4 grandslam tenis prancis terbuka di komplek tenis roland garros.lawan di seberang pemuda itu adalah guilermo ganas dari argentina.ganas melakukan servis saat pemuda itu memegang match point.dikembalikan dengan dropshot forehand yang tipis di net.ganas berlari memukulnya dengan backhand slice.lalu pemuda itu melemparkan backhand dua tangan dengan lob yang mendalam.ganas mati langkah dan tak mampu mengejar bola yang terlampau jauh dari jangkauanya.ia menunduk lesu sementara pemuda itu mengepalkan tangannya ke udara seraya berteriak.
Wasit segera mengumumkan hasil pertandingan.
"match won by agus s adi, indonesia,6-4,2-6,7-5,6-1"
Pemuda keren itu bernama agus s adi,petenis peringkat 4 dunia asal indonesia.ia menyalami lawannya.lalu bergegas ke pinggir lapangan dan mengambil peralatannya untuk kemudian pergi ke kamar ganti.puluhan wartawan foto mengejarnya dari belakang.agus hanya tersenyum,namun seketika ia kaget ketika melihat salah satu wartawan wanita yang mengejarnya.agus berhenti dan mengamati IDcard wartawan yang tergantung di leher wanita itu sambil berkomat-kamit.
"yunita ismawati,TOPIQ MAGAZINE,indonesia"
Ia kemudian mengamati wartawati itu.dan terlihatlah senyuman yang ia kenal.senyum tanpa expresi.
"agus...ini aku yunita"agus mengangguk saja.yunita ismawati alias ismet,teman SMA nya dulu.namun ia harus jaga jarak agar tidak terjadi berita yang bukan-bukan.maklum dia sekarang jadi selebritas olahraga dunia yang selalu jadi bahan gosip.
"temui aku di food court besok sore"bisik agus.
Nita hanya mengangguk.agus segera bergegas dan menghilang di kamar ganti.sementara nita segera menuju ke tempatnya di area wartawan foto.
"wah..temanku sudah hebat ya sekarang"gumamnya dalam hati.

2 komentar: