Jumat, 17 Juli 2009

Dream of future page 3

Sudut lain di jakarta.di sebuah pusat perdagangan,terpampang billboard ukuran raksasa dengan tulisan.
"LINDI SHOES AND SANDAL,sepatu semua sikil"
Didalam gedung berlantai tiga itu seorang wanita muda juga tengah sibuk.ia bersama seorang laki-laki berpotongan ke arab-araban.
"ini seperti mimpi..aku di undang oleh panitia paris fashion week.katanya sepatu desainku yang di buat dari kulit dan bulu pithik itu sangat unik"ujar wanita itu.
"alhamdulilah..ana ikut senang lindiku sayang.anta memang punya potensi.ana pasti mendukung"jawab laki-laki itu dengan logat arab yang kental.wanita bernama lindi itu tersenyum.
"berkat dana darimu usahaku bisa sukses.aku sayang kamu ahmed"dia mencium pipi laki-laki itu.
"ana memang wajib membantu anta.sebab anta kan pacar ana"jawab lelaki bernama ahmed itu.
Setelah selesai mengepak sejumlah sepatu dalam kotak.mereka kelekahan dan terduduk di sofa.ahmed meraih remote lalu menyalakan televisi.
"sekarang di prancis lagi banyak even besar lho.kaya festival film cannes,tenis french open,sama asian festival."ujar lelaki beralis tebal itu.
Televisi menyala seketika.dan terlihatlah seorang wanita muda lain yang lumayan rupawan.wanita itu tengah di wawancarai infotainment kabar-kabare.seorang MC dengan gaya bicara di imut-imutkan membaca berita tentang wanita muda itu.
"pemirsa kabar-kabare.aktris muda yang tengah naik daun manjat pohon,bintang tyas menjajagi kemungkinang go international setelah film yang dibintanginya berjudul 'balada bakul balado' di putar di festival film cannes"
Lindi segera menyimak berita itu.ia berujar pada ahmed kalau bintang tyas itu teman SMA nya.
"ya ampun..dia tambah cantik aja"
Dari dalam tivi,bintang mulai bercuap-cuap dengan gaya di buat-buat.
"aku minta dukungan dan doa temen-temen wartawan semua.ini membawa nama bangsa.aku masuk nomine untuk aktris terbaik dan filmnya juga masuk nomine buat dapet palm d'or.semoga aku sukses.mungkin saja ada produser hollywood yang tertarik.bolywood ya lumayan."
Bintang mengakhiri konferensi persnya dengan sebuah senyuman.
Lindi dengan cepat mematikan tivi.kemudian memaksa ahmed untuk bergegas ke bandara.
"siapa tahu ketemu di bandara.ayo cepat"
Lindi dan ahmed memasukan semua kotak dan koper ke dalam mobil.setelah semua terangkut,mereka segera melaju ke bandara.deru mobil meraung di tengah hangatnya matahari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar