Kamis, 16 Juli 2009

Dream of future page 2

-BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN-

Pagi itu,di sebuah apartemen mewah (mepet sawah) di pusat kota jakarta,seorang wanita muda tampak sibuk membereskan beberapa kertas dan melipat beberapa potong baju.sebuah koper teronggok di sudut ruangan.sementara sebuah notebook masih menyala di meja kerjanya dan menunjukan sebuah paragraf berisi catatan jadwal kerja.
"hari ini jam 10 pagi berangkat ke prancis untuk mendampingi ibu menteri kesehatan ke konferensi tingkat tinggi mengenai penyakit sampar ayam alias ayam ngantuk a.k.a tetelo di strasbourg.sekalian mampir di eiffel tower sama belanja di champ elysess.senangnya hatiku.semoga semua lancar"
Semua telah rapi dan masuk koper.lalu wanita muda itu menuju meja kerja kemudian mematikan notebooknya dan menyimpan di tas.ia mengambil buku kecil bertuliskan pasport lalu membukanya.terlihatlah foto diri close up tanpa ekspresi.disampingnya tertulis nama,yordhanias vibrian.
"huah..siapkan mental..rasanya tidak sangka aku sudah 3 bulan jadi asisten menteri kesehatan.pekerjaan yang berat,tapi sesuai harapanku.duitnya gede bu!"
ia memasukkan paspor itu ke tas slempangnya.dengan langkah berbunyi tuk tuk, ia menuju cermin di dekat jendela.ia membenarkan posisi kerudungnya.lalu tersenyum full gigi.
"senyuman ini yang harus ku tunjukkan di prancis sana.siapa tahu ada bule yang nglirik.cuma nglirik doang ya lumayan."
ia merengkuh kopernya dan berjalan kearah pintu.sebelum benar-benar keluar,ia melongok lagi ke dalam.
"alat listrik udah dimatiin.kompor udh dimatiin.pulang-pulang kebakaran gara-gara kompor mbledug kan nggak lucu"
ia mengunci kamarnya lalu melangkah pasti dengan menggantang mimpi.tentunya masih diiringi bunyi tak tik tuk,seperti suara sepatu kuda.
- - -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar