Sementara itu,agus yang masih terpukul dengan insidennya dengan mirza berusaha untuk tegar.ia bergumam sendiri.
"berarti secara tak langsung sania sudah memutuskanku dong..jomblo lagi deh."
Ia tak mau berlarut-larut.ditemani segelas susu dan setoples biskuit ia duduk di depan notebooknya.ia tengah membuka situs pribadinya-narsis selalu-dan membaca postingan komentar dari teman-temannya.dan ada satu yang menarik perhatianya.
-gus..ini aku simanis dari desa jambu..lindita gituloh..ini nomerku..telp aku ya?..aku lagi di paris ni..085762426***-
"hah..lindita..pasti aku telpon lind!"
Agus mencari-cari ponselnya.setelah ia temukan,langsunglah ia memencet nomor dengan semangat.
TUT...TUT..
terdengar nada sambung.lalu..
"haloh..."sebuah suara wanita yang di imut-imutkan terdengar.suara yang begitu mendesah.agus terdiam sejenak,lalu bertanya.
"ini lindita bukan?"
"iyah..inih siapah yach.."lindita balik tanya.
Suara angin lumayan keras bersiut-siut dan menyusup di sela-sela jendela kamar hotel.tirai bergoyang-goyang dengan lembut dan kerlap-kerlip lampu kota paris berpendar-pendar dari balik jendela itu.agus masih meletakkan ponselnya di telinga.diambilnya bantal lalu ia tengkurap dan menutupi kepalanya dengan bantal itu.
"ayo lin aku sudah siap.kamu yang buka duluan.apa aku yang bukain?"tuturnya.
"maksud loh?"lindi agak terkejut.
"membuka pembicaraan lin? ayo.."
"okeh.. dengerin ceritaku ya!"ujar lindi lirih.
hening menyertai obrolan mereka.setidaknya itu yang mereka berdua rasa.padahal paris waktu malam itu masih sangat ramai.kendaraan masih hilir mudik dan pusat-pusat hiburan malam baru mulai buka.
Selasa, 28 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar