Minggu, 19 Juli 2009

Dream of future page 14

Lampu sorot menghujani sebuah panggung besar berukuran 20 kali 15 meter.dua orang gadis muda nan manis,eksotis tapi tidak erotis tengah melenggak lenggokan badanya mengikui irama gendang jaipong. Berbalut kebaya bordir yang anggun,
keduanya bergaya penuh pesona dan membetot perhatian para penonton.
Seruling sunda yang melengking dan meliuk-liuk menutup pertunjukan malam itu,di sambut dengan riuhnya penonton yang melakukan standing ovation.
Ifa dan surti nyengir terus dari tadi.apalagi penonton bertepuk tangan lebih dari 2menit. Surti sampai berseloroh.
"ya ampun.. gigiku bisa kering nih kalau tepuk tanganya nggak berhenti-henti"
Ifa dan surti menundukkan badannya memberi hormat ke penonton.
Kemudian meninggalkan panggung. Namun ketika mereka ada di belakang panggung, tiba-tiba muncullah seorang laki-laki kira-kira berusia 50tahunan yang berwajah asia mendekati mereka.
"kalian hebat sekali tadi.sungguh saya tertarik untuk mengembangkan bakat kalian. perkenalkan.. nama saya antonie subagyo. panggil saja toni. saya dari indonesia. boleh tau nama kalian siapa?"
Ifa dan surti agak sungkan. Namun dalam hati yang terdalam surti berkata kalau pak toni lumayan keren.ia berbisik pada ifa.
"eh.. dia rada mirip christian sugiyono yah?"
Ifa segera menjawab.
"matamu kotok.. kayaknya dia lebih mirip bapak giyo,guru kimia kesayanganmu waktu SMA itu deh"surti menyalak.
"maksud lo?"
Setelah itu,mereka bertiga ngobrol seru.apalagi setelah tahu kalau pak toni itu orang tegal.
Maka,bagai orang ngantuk ketemu bantal. Surti yang banyumas tulen dan ifa yang brebes punya langsung ngobrol dengan bahasa ibu mereka,bahasa inyong-inyongan gituloh.dari perbincangan itu,maka terbukalah sebuah kenyataan kalau pak toni itu adalah seorang pencari bakat untuk dunia entertain.ia punya manajemen artis di paris yang siap mengorbitkan artis baru.
"dadi siki kepriwe kiye pak?"tanya ifa dengan bahasa inyong pada.
"ya wis.. siki langsung melu inyong bae.sisan karo mobile inyong ming paris.ayo cepet" jawab pak toni.
"baik son"cetus surti.
Surti dan ifa langsung membereskan barang-barang pentasnya lalu ikut pak toni ke paris.mereka telah menerima upah senilai 700euro atas goyang jaipong mereka.dan mereka mampir dulu untuk chek out.lalu meluncur lancar dari calais ke paris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar