Minggu, 19 Juli 2009

Dream of future page 13

Beni terduduk di tempat tidurnya. Ditanganya ada sebuah amplop yang bergambar logo lyon.dari arah kamar mandi terdengar suara air yang menetes.tampaknya dari kran yang tak begitu pas ditutup.beni bergegas ke kamar mandi dan mengencangkan kran itu.lalu ia kembali ke tempat tidur.sambil mengatur nafas ia membuka perlahan amplop tadi.dengan sedikit terkejut, sebuah senyuman kemudian tersungging dari bibirnya yang agak memble,tapi kece.
Namanya tercatat di daftar nomor 24 dalam tes ketrampilan yang ia lakukan tadi pagi di lyon football academy.
Hanya peserta yang masuk 50besarlah yang berhak mengikuti tes fisik dan pengukuran VO2max besok.
"alhamdulilah... Aku lolos.semoga besok aku bisa. tapi kenapa aku harus terkena flu saat-saat seperti ini?"beni bersyukur sekaligus mengeluh.ia menyedot ingus yang berulang kali keluar.ia agak risau.lalu dengan cepat ia menuju ke tas olahraganya dan mengambil kotak kecil berisi obat.diambillah sebutir obat flu.ia telan dengan segelas air,setelah itu ia kembali ke tempat tidur dan menenggelamkan diri dalam selimut.ia bergumam.
"dasar kampung.. udara dingin sedikit saja langsung flu.semoga besok membaik"
Ia memejamkan matanya untuk kembali bergumam.
"ayah..aku tahu engkau kecewa.tapi aku yakin engkau mendoakanku"
Beni meyakinkan diri untuk tidur.suara kendaraan masih terdengar malam itu.dalam anganya,beni rindu dengan suasana desanya.dimana setiap malam begitu nyaman. Kini,ia sangat ingin mendengar suara jangkrik yang biasa berbunyi di bawah jendela kamarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar